SNMPTN 2018: Trik Memilih Jurusan SNMPTN

SNMPTN 2018 Trik Memilih Jurusan
SNMPTN 2018

Trik Memilih Jurusan SNMPTN 2018 - Bagaimanapun, berbicara soal masa depan adalah satu dari jutaan topik paling indah lagi mendebarkan. Siapa pula yang tidak berdebar jantungnya kalau ada orang bertanya, “Kamu nanti ingin masa depanmu seperti apa?”

Bisa saja kita menjawab sekenanya, tapi tidak menutup kemungkinan jawaban kita yang sekenanya itu akan ditagih di masa depan oleh orang yang pernah bertanya kepada kita.

“Gimana rencanamu yang dulu pingin kuliah di UGM, Jadi?”

Bagi kalian yang memiliki tingkat sensitivitas tinggi tentu akan langsung kepikiran dengan pertanyaan semacam itu. Paling tidak merasa menyesal karena dulu pernah mengatakannya.

Bicara masa depan memang akan terasa sangat indah kalau hanya sekedar di angan-angan. Misalnya saja saat kamu bertemu dengan temanmu,

“Vin, besok kamu tamat SMA mau lanjut kemana?”

“Aku sih diminta Bapakku jadi tentara. Kalau kamu kemana, Za?”

“Aku rencananya mau mengejar Kedokteran UI, Vin.”

“Kebayang gak ya sepuluh tahun lagi kita ketemu dengan membawa masing-masing mimpi kita yang sudah terwujud. Kita reuni bareng, kamu sudah pakai baju loreng dan aku pakai baju dokter. Kamu kemana-mana bawa jarum suntik, dan aku, aku kemana mana bawa harapan, eh, senapan.”

“Hahaha, ngeri juga ya, Vin. Okee, sampai ketemu di masa depan, semoga mimpi kita terkabul ya, Vin!?”

“Aamiin, Za..”

Nah, dari dialog di atas, pernahkah terbayang jika kamu berada di posisi Kevin dan Zahra? Bermimpi boleh, hanya saja sambil bermimpi, kita harus mulai membidik, langkah apa saja yang akan kita tempuh.

Dalam tulisan saya kali ini, saya ingin membahas tentang strategi mewujudkan mimpi ala anak SMA. Inget gaess, ini sudah bulan Januari. Bagi kalian yang ingin lanjut jadi tentara, siapkan apa saja persyaratannya. Mulai dari menyiapkan berkas, latihan fisik, latihan soal, hingga menjaga kesehatan sampai saat tes berlangsung.

Nah, bagi kalian yang ingin lanjut kuliah, kalian harus sudah mulai menentukan kalian ingin masuk di universitas mana dan masuk melalui jalur apa. Karena memang masuk perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi negeri ada beberapa jalur, ada jalur SNMPTN, ada SBMPTN, ada juga jalur UM.

Kali ini, karena sebentar lagi jadwal pendaftarannya akan dibuka, kita fokus dulu pada SNMPTN. Pernahkah kalian mencari tahu apa saja sih triknya untuk menembus SNMPTN 2018?

Nah, pada kesempatan ini, saya akan memberitahu triknya, walau tidak seratus persen benar, namun setidaknya itu bisa menjadi gambaran kasar, sebab kriteria pasti penilaian SNMPTN 2018 hanya panitia SNMPTN dan Allah Swt saja yang tahu. Hehe.

Ini saya ambil dari pengalaman selama menangani konsultasi siswa di Sekolah dan Bimbel ya. Yuk, simak gimana trik-trik memilih jurusan SNMPTN-nya:

Pertama, pastikan nilai kalian dari semester ke semester selalu naik, paling tidak stagnan. Syukur bisa selalu masuk peringkat tiga besar. Sebab, nilai tersebut bakal mempengaruhi nasib kalian ketika operator sekolah mengisi data di PDSS.

Nilai yang diinput ke PDSS itulah yang akan menentukan kalian bisa atau tidak login di laman pendaftaran SNMPTN 2018.

Kedua, usahakan nilai rata-rata tiap semester minimal 85. Secara, kita bakal bersaing dengan sekolah dari luar, Sob. Kalau kelas kandang saja nilai kita sudah di bawah rata-rata teman kita, bagaimana kita mau bersaing dengan sekolah lain di luar sana yang jauh lebih bonafit.

Ketiga, setelah kalian berhasil login di laman pendaftaran SNMPTN 2018, pastikan mata pelajaran yang berkaitan dengan jurusan yang bakal kalian ambil juga nilainya bagus.

Contohnya, kalian mau ambil jurusan Farmasi, maka nilai Kimia juga Matematikanya harus bagus, karena itu akan sangat berpengaruh.

Keempat, perhatikan juga beberapa prodi PTN yang menjadikan akreditasi sekolah sebagai bahan pertimbangan.

Kelima, dalam satu sekolah, usahakan jangan sampai lebih dari tiga orang memilih jurusan yang sama. Apalagi kalau kalian tahu, teman yang memilih jurusan yang sama itu nilainya terlampau jauh dari kalian. Lebih baik kalian ambil peluang lain, yang belum diincar mereka.

Keenam, hati-hati dalam menentukan prioritas jurusan. Jangan sampai terbalik-balik. Jurusan terbaik sebaiknya taruh di pilihan pertama, jurusan standard taruh di pilihan kedua, dan jurusan yang paling biasa saja taruh di pilihan ketiga.

Logikanya begini, kalau pilihan pertama ga masuk bisa dilihat pilihan keduanya, yang levelnya lebih rendah. Nah, kalau jurusan yang levelnya paling rendah ditaruh di  pilihan pertama, sedangkan jurusan yang lebih tinggi ditaruh di pilihan kedua, yang rendah aja ga lolos, buat apa dilihat pilihan keduanya yang standardnya lebih tinggi?

Ketujuh, gunakan sertifikat dengan maksimal tiga pencapaian terbaik yang pernah kalian raih. Tidak peduli itu di bidang akademik maupun non-akademik. Sebab sertifikat itu bakal menjadi nilai lebih buat kalian dibanding dengan peserta lain.

Kedelapan, kalau sudah melengkapi pilihan jurusan, jangan langsung di finalisasi dulu. Waktu yang ada bisa kalian gunakan untuk mempertimbangkan kalau saja pilihan kalian itu terlalu tinggi atau kurang sesuai dengan diri kalian. Minta pendapat pada guru dan orang tua kalian.

Kesembilan, setelah selesai mendaftar, tugasmu yang tak kalah penting adalah menyiapkan Ujian Nasional. Maksimalkan Ujian Nasionalmu. Kan ga lucu kalau SNMPTN 2018 gugur karena UN nya ga lulus. Bisa gawat kalau begitu.

Kesepuluh, berdoalah lebih banyak, bila perlu siapkan ibadah andalan seperti tahajjud, sedekah, atau tilawah agar Allah lancarkan perjalanan mimpimu hingga ke puncak.

Itu dia trik lulus SNMPTN berdasarkan pengalaman yang sering saya temui di lapangan. Sekali lagi, itu hanya gambaran umum. Semoga bermanfaat. Sampai bertemu di PTN impian kalian jalur SNMPTN ya, bagi yang rejekinya belum melalui SNMPTN 2018, masih ada SBMPTN kok. Masih banyak jalan menuju Roma, Sob. Eh, menuju PTN maksudnya. Huehee.

Ditulis oleh Efriliya Ningsih, S.Pd., Tentor BCT (Bina Cita Terpadu) Bimbel Hafara dan Guru Bimbingan Konseling SMK Cendikia Farmasi Husada

Menulis Itu Asyik!

Menulis Itu Asyik!
Menulis Itu Asyik!

Pertama, menulis. Kedua, menulis. Ketiga, menulis.”

Kalimat di atas adalah jawaban dari seorang pemateri, atas pertanyaan, “Bagaimana caranya menjadi seorang penulis hebat?” Pertanyaan yang muncul dari seorang peserta saat saya pertama kali mengikuti Pelatihan Dasar Jurnalistik di sebuah media kampus.

Belasan tahun berlalu, tapi kilasan memori itu tak pernah pergi. Masih saja melekat dalam ingatan dengan kuat. Entah mengapa, jawaban yang tampaknya sangat sederhana itu, menjulangkan makna yang sampai sekarang harus terus didaki untuk mencapai ketinggiannya.

Saya mulai menulis pada saat SMA kelas 2 (dulu belum menggunakan kelas 11). Masih berbentuk tulisan tangan dalam buku agenda harian. Tapi tulisan itu hanya berbentuk, yang saya sebut, coretan. Buku yang saya sendiri lupa dimana menyimpannya. 

Saya sendiri tak pernah bermimpi menjadi penulis hebat. Hanya ingin bisa menulis dengan baik dan melahirkan karya yang bermanfaat. Saya yakin, jika semua proses dan latihan menulis dilakukan dengan rutin, teratur dan terarah, label sebagai penulis itu akan datang dengan sendirinya suatu saat.

Tema yang paling sering saya tulis adalah orang-orang terdekat dalam hidup saya. Sampai sebuah gagasan yang masih mentah muncul dari lintasan pikiran yang bergerak acak, menulis buku dengan judul, ”Inspirasi Hebat dari Orang-orang Terdekat.” Karena saya mendeteksi, banyak orang hebat yang ada di sekitar kita yang bisa kita jadikan sumber inspirasi.

Dari tulisan (saya menyebutnya coretan karena belum percaya diri melabeli itu tulisan) yang pernah saya bagikan atau publikasikan, sebagian teman memberikan penilaian yang baik. Bahkan memberikan motivasi dan dorongan baik yang terujar langsung dari lisan teman-teman saat bertemu, atau komentar di media sosial dan aplikasi perpesanan.

“Ayo kak diseriusin nulisnya, Bagus loh kak tulisannya dibuat buku, Wah ngena banget kalau kakak nulis, dan ungkapan lainnya yang membuat saya kadang melambung.” Sampai beberapa berkata, “Kalau kakak buat buku, aku orang yang pertama kali bakal beli deh.” Dan saya pun tersenyum.

Lalu waktu berputar dalam roda detik, menit dan jam. Membentuk satuan waktu lainnya yang lebih besar dalam setiap lingkaran penuh. Dan disinilah saya sekarang, dengan kelas menulis bersama teman-teman, dengan tugas harian yang kadang bertemu idenya disela-sela sibuknya jam kerja, lalu berlari setelah pulang kantor untuk segera duduk dan bersemedi, menuntaskan kerangkanya menjadi seutuh mungkin, meski hingga tengah malam.

Di titik ini, pintu untuk menjadi seorang penulis seolah terbuka lebar. Tak perlu muluk dengan mimpi menjadi penulis besar dengan karya yang best seller lalu diadopsi dalam film layar lebar. Cukup menuliskan satu keinginan dalam lembaran tekad yang coba terus digenggam kuat. Satu antologi buku hadir di tahun 2018.

Entah dari mana awalnya, tapi seperti kata orang-orang bijak, “Teruslah berbuat baik, jika kamu tidak bertemu dengan orang baik, maka kamu akan ditemukan oleh orang-orang baik.” Lalu bertemulah saya dengan mereka yang bermimpi menjadi penulis. Dan tiba-tiba, waktu berubah menjadi lintasan kata-kata, alunan tanda baca, dan suara-suara dalam pikiran yang menuntut untuk dituangkan dalam tulisan. 

Lalu bergeraklah jemari ini, di lembaran notes gawai yang hampir setiap saat ada di dalam saku, atau tuts keyboard yang sekarang menjadi lebih sering disentuh untuk merangkai kata-kata. Berlari lebih kencang untuk berkejaran dengan waktu deadline yang membunuh.

“Sekali saja tugasnya melewati batas waktu, maka tak peduli siapa dirimu, selamat jalan dan semoga bisa bertemu kembali di lain waktu.” Itulah tekanan tersendiri, sekaligus menjadi motivasi untuk berseru, “Mari berlari. Tak boleh mengenal kata berhenti, hingga perlombaan ini usai. Ingat, lintasan masih panjang, dan tantangan akan terus datang bergelombang.”

Dan tak terasa, sejak grup demi grup, dan akun demi akun Instagram diikuti, dan kesertaan dalam komunitas Tapis Blogger di sini, “ketakjuban” akan kerasnya usaha hingga bisa melampaui batas kemampuan diri yang sebelumnya tak pernah mencapai titik produktivitas dengan "karya-karya kecil" seperti ini, muncul. Meski perjalanan masih jauh, tapi sedikit pencapaian itu membuat jarak terasa semakin dekat.

Entah sudah berapa catatan yang telah dituangkan, quote yang didapatkan dari perasan bacaan dan pengalaman hidup, referensi yang harus dibaca, hingga menjelajah belasan hingga puluhan blog dan akun IG teman-teman yang sedang sama-sama sedang berjuang, juga menelan tips kepenulisan yang sebagai bahan pembelajaran.

Hingga untuk pertama kalinya, setelah sekian judul yang pernah saya buat, saya menulis sebuah cerita pendek, yang meski masih setengah matang tapi menjadi kebahagiaan tersendiri yang bukan kepalang. Pun dengan tulisan resensi sebuah buku perdana saya yang tercipta juga dari tugas-tugas harian di kelas menulis ini.

Menulis adalah kerja keabadian, begitu tutur Pramoedya Ananta Toer. Maka, menulislah meski harus melangkah dengan terpatah-patah. Luangkan waktumu yang masih banyak itu. Jika jemarimu begitu piawai dalam membalas pesan yang muncul di gawaimu, sesungguhnya ia pun tak akan kalah piawai untuk menulis pesan dalam sebuah tulisan, yang mengutip kata-kata dari seorang teman, “mampu menembus sejuta kepala dengan satu karya.”

“Dunia Terbalik” Sapardi Djoko Damono dalam Kumpulan Cerita “Pada Suatu Hari Nanti”

Kumpulan Cerita "Pada Suatu Hari Nanti dan Malam Wabah" Sapardi Djoko Damono
Kumpulan Cerita "Pada Suatu Hari Nanti" Sapardi Djoko Damono
Sebuah Resensi: “Dunia Terbalik” Sapardi Djoko Damono dalam Kumpulan Cerita “Pada Suatu Hari Nanti”


IDENTITAS BUKU

Judul Buku
Pada Suatu Hari Nanti - Kumpulan Cerita

Penulis
Sapardi Djoko Damono

Penerbit
Penerbit Bentang Pustaka

Cetakan
Pertama, Juni 2013

Tebal
x + 94 halaman

Genre
Fiksi

Harga
Rp.49.000,-

PENULIS
Sapardi Djoko Damono, atau yang sering dijuluki SDD, lahir di Surakarta, 20 Maret 1940. Sapardi adalah penyair terkemuka Indonesia yang telah menerima banyak penghargaan, seperti Anugerah S.E.A Write Award (1986) dan Penghargaan Achmad Bakrie (2003). Sapardi juga menerima Penghargaan Akademi Jakarta untuk pencapaian di bidang kesusasteraan pada 2012. Salah satu buku yang suda banyak dikenal adalah kumpulan puisi Hujan Bulan Juni (1994). Selain menulisi puisi, Sapardi juga menulis cerita pendek, esai, kolom dan artikel di surat kabar, serta menerjemahkan berbagai karya asing. Ia juga pernah menjadi redaktur majalah Horison, Basis, dan Kalam.

SINOPSIS
Buku Kumpulan Cerita ini terdiri dari dua bagian, yang dibuatkan dua sisi cover yang berbeda. Satu, “Pada Suatu Hari Nanti” dan satunya lagi, “Malam Wabah”. Desainnya dibuat unik dengan teknik “Side A dan Side B” sehingga bisa dibaca dari bagian depan dan belakang. Cover buku ini juga menarik, dirancang dengan gambar lukisan abstrak dibubuhi tulisan judul dengan huruf timbul yang lembut. Dalam kumpulan cerita ini masing-masing terdiri dari beberapa judul yang mengisahkan banyak sisi kehidupan dengan pesan-pesan maknanya. 

Dan ide yang sangat mencuri perhatian adalah ketika Sapardi Djoko Damono menggubah cerita-cerita rakyat atau fabel yang sudah sangat familiar dengan kita karena sudah dituturkan ulang dari generasi ke generasi, menjadi sisi “dunia terbalik” (mengutip judul sebuah serial televisi yang sedang hits) dengan mencampurkan gagasan-gagasan baru di akhir cerita, sehingga isi cerita bisa berakhir dengan keterbalikan atas pakem yang sudah lekat kita terima dalam benak kita. 

ISI BUKU
Isi buku yang akan diulas dalam resensi ini adalah pada sisi kumpulan “Pada Suatu Hari Nanti” yang terdiri dari 9 buah cerita. Cerita yang ditulis ini sudah sangat dikenal oleh orang ramai dengan pakem yang sudah baku. Misal, kita pasti tahu bagaimana kisah akhir dari cerita Rama dan Shinta, bahwa setelah melalui jalan yang panjang dan berliku, akhirnya Rama dan Shinta hidup bersama dengan bahagia.

Tapi, dengan "keterbalikan" yang dibuat oleh SDD, cerita ini dipelintir dengan penuh satir, bahwa akhirnya Shinta lebih memilih Rahwana dikarenakan perkataan Rama sendiri sebagai sosok baik yang selalu mengabulkan pinta dari mereka yang meminta. Dan Rama pun hanya bisa menatap getir belahan jiwanya pergi bersama musuh bebuyutannya yang selalu penuh tipu muslihat itu.

Atau pada kisah si Kancil yang merupakan dongeng wajib anak-anak jaman dulu (kalau jaman now ini, kurang tahu juga ya apakah para orang tua masih mendongengkan si Kancil untuk anak-anaknya). Dengan menyebut bahwa cerita dari “Juru Dongeng” sudah diketahui oleh masing-masing tokoh yang ada, kita jadi merasakan kelucuan tersendiri. 

Bagaimana tidak, saat para tokoh sudah tahu jalan takdir yang akan menimpa, dan membuat si Kancil yang ingin melewat "skenario baku"-nya dengan tipu daya khasnya sebagai binatang yang cerdik, tetapi di sisi yang berbeda, ternyata, para tokoh yang awalnya bisa kita tipu dalam alur pakemnya, menjadi tahu bagaimana isi cerita itu. Hingga jadilah si Kancil tidak bisa lagi mengelabui si Buaya, juga tak berdaya untuk membodohi si Kurap, anjing penjaga milik Pak Tani yang menangkap si Kancil.

KELEBIHAN
Buku “Pada Suatu Hari Nanti”  Sapardi Djoko Damono ini menawarkan ide baru dari sebuah teknik bercerita yang saya sebut “dunia terbalik”, mengutip sebuah serial televisi. Dalam kisah yang sama, sesungguhnya kita bisa membuat suatu pembeda. “Juru Dongeng”, istilah yang digunakan dalam buku ini untuk menyebut pembuat cerita-cerita rakyat yang melegenda, telah membuat pakem dalam sebuah cerita. Tetapi apa daya jika semua tokoh telah tahu alur ceritanya. Kita jadi ikut menebak, bahkan bisa saja membuat ending cerita berbeda sama sekali dari yang sudah seringkali dinikmati oleh pembaca. Kelebihan lain dari buku ini juga ditunjang dengan desain cover yang baik serta teknik peletakan dua sisi judul cover dalam ide “Side A dan Side B” yang unik.

KEKURANGAN
Cukup sulit menemukan kekurangan dalam tulisan seorang Sapardi Djoko Damono yang telah melegenda dengan kepiawaiannya menampar perasaan dengan tulisan yang tampak datar tapi mampu membuat nurani ini bergetar. Hanya sisi pemilihan satu dua diksi yang mungkin berbeda selera dengan saya sebagai pembaca, yang saya anggap cukup vulgar, semisal pada cerita “Dongeng Rama-Sita”. Juga dalam beberapa ending cerita yang kadang terasa menggantung dan tak memuaskan keingintahuan yang dengan akhir yang pasti. Meski dalam sebuah karya, "ketidakjelasan" akhir dari sebuah cerita seringkali menjadi misteri tersendiri yang memang disembunyikan oleh penulisnya.

SARAN
Buku ini layak dibaca sebagai bahan pengayaan makna sebuah cerita. Meski kumpulan cerita “Pada Suatu Hari Nanti” Sapardi Djoko Damono ini tak sedalam makna “Hujan Bulan Juni” yang melegenda itu, tetap saja Sapardi Djoko Damono mampu menghadirkan sihir kata-katanya yang membuat pikiran berkaca tentang penggalan makna hidup yang penuh sisi. Jadi, nikmatilah kejutan yang berbeda dalam cerita yang sudah kuat membenak dalam pikiran kita. 

Semester Baru, Semangat Baru, Doa-doa Baru

Tim BCT Bimbel Hafara
Tim BCT Bimbel Hafara
Semester Baru, Semangat Baru, Doa-doa Baru - Semester baru, semangat baru, dan bersiap menulis cerita yang berbeda. Hari yang baru di Bimbel Hafara ini diawali dengan Raker (Rapat Kerja) Tentor, untuk mempersiapkan semangat dan memadukan tekad memberikan yang terbaik untuk siswa-siswi Hafara di semester genap tahun 2018.

Spesialnya, banyak rekan kerja yang bertambah, bagai kedatangan warna-warna yang membuat suasana kerja kian indah. Sahabat jadi makin banyak, dan silahturahmi pun kian erat saat Manajer SDM kami, memperkenalkan mereka di pembuka acara.

Tapi di sisi lain, ada juga haru yang membiru, karena seorang rekan lama harus berpamitan. Bukan, bukan karena tak mau membersamai,  tapi jatah waktu untuk bersama dari-Nya, sampai disini. Ya, dia adalah Kepala Cabang Hafara Wolter Monginsidi, Luvian Hendri.

Tapi jangan khawatir, kita hanya dipisahkan tempat bekerja saja kok. Karena sejatinya sebuah persahabatan memang tak akan pernah usai, meski masa kerja kita telah selesai. Ya gak, kak Uud? (Eh, meski ini tulisan mbak Susi, kan saya sendiri yang lagi remake) :D

Selamat datang untuk yang baru. Semoga Hafara makin maju dengan hadirnya semangat teman-teman. Especially, Kak Kis yang kini menjadi nakhod baru bagi Hafara Cabang Wolter Mongisidi. Juga selamat jalan dan sukses selalu. Untuk kak Vian yang akan segera bertugas di tempat yang baru. Menjadi abdi negara. Melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa. #aseek

Drescode kali ini atasan putih dan bawahaan jeans biru, menambah semangat dan kompaknya teman-teman, begitu juga keseruan kelas BCT. Sebelumnya pembagian materi presentasi raker BCT Semester 2 pun sudah di-list oleh PJ kami kak uud, dan serunya, ada reward untuk yang presentasi, penilaian dan reward utamanya dari Bimbel Hafara untuk sang juara.

Sebelum mulai presentasi ada “hom pim paa” siapa yang mengawali presentasi kali ini. Dari awal sudah berasa dag dig dug, takut kalau mengawali, karena alasan utamanya adalah kurng prepare, “Apalah aku dibanding mereka yang ketceh badai dibidang ini.”  

"Yupz, suggest yang kuat buat benar adanya, aku yang mengawali raker siang itu.”

Koreksi untuk presentasi ini, bermanfaat sekali untuk kedepannya, Insya Allah akan lebih baik dalam memperbaiki,  kadang keluar dari zona nyaman dan mencoba sesuatu yang baru dan jelas manfaatnya butuh latihan, belajar lebih banyak dan semangat agar tak mudah menyerah dalam mencoba. 

"Terima kasih untuk coach Kak Arif Budiman, Uda Arif Rahman, Mbak Titis, Ias untuk masukannya.” Setelah selesai dinilai, senangnya diberi kesempatan untuk memilih rekan yang akan presentasi materi selanjutnya. 

Mata Mbak Titis dan Ias saling melirik dan sesekali kedua mata itu tertuju kearahku, seolah pertanda, "Pleasee jangan akuuh duluu.." hee..

Dengan alasan super penasaran akan Mr. Ketceh ini, telunjuk ku langsung mengarah pada PJ BCT kami, siapa lagi kalau bukan Kak Uuuuddd..,

Nafas lega dari kedua rekan ku terasa, dengan lepasnya tawa dan senyum sumringah mereka. Tawa renyah bersama kami, mengakhiri sedetik ketegangan ini, dan tak sabar mengikuti materi "Manusia seutuhnya" dari   manusia yang memang utuh menurut kami,  dari wawasannya,  kepribadian yang selalu positif, penengah jika terjadi kebaperan, dan kepekaan beliau akan sesuatu yang kadang tidak semua orang memiliki.

Awal yang menarik dengan tebak warna,  sampai suara kami bertiga serak karena teriak-teriak, "Sesaat jadi siswanya Kak Uud." Singkat cerita, Aku sih iyees! Kalau kata kids jaman now, "Ngena lah di hati" 
Tim BCT Bimbel Hafara Bandar Lampung
Semangat Baru Menyambut Semester Baru
Next Kak Uud..,
"Jeng... Jeng.. Jeng.. "

Artis kita yang membahana, ambassador, kakak BCT favorit Hafara "Kak Ias" dengan materi "Cinta di Atas Cinta"

Wooow amaziing, atraktif sekali, semangatnya, suasana ceria, dan hikmah yang sampai ke hati dari materi tentor satu ini,  dan lagi lagi "Aku sih Iyees."

Di jeda istirahat sholat dan makan siang, akhirnya kami lanjut lagi untuk materi materi yang akan disampaikan tentor tentor yang lain, diantaranya, Mb Efril dengan materi "Pemilihan Jurusan + Info SNMPTN" yang kami tunggu karena amat penting, mengingat adik-adik Bimbel Hafara sebentar lagi akan  mempersiapkannya. Terima kasih Mbak Efril, top markotop infonya.

Next ada tentor yang berprestasi  kami,  Mbak Intan dengan materi "Ilmuku, Ilmumu dan Ilmunya" selalu dinanti kalau beliau yang presentasi, ada banyak ilmu psikologi yang dibagi, sampai tak ingin terlewati dan selalu bilang "Aah Aku sih Iyeeeess!" 

Next, ada Abang Jo kepala cabang Bimbel Hafara Metro dengan materi " Akhlak Cermin Pribadimu" belajar tentang habits, hikmah untuk pribadi perbanyak hal-hal positif maka akan terbentuk dari sikap, kepribadian sampai kebiasaan semua akan baik.  Ketceh Bang!!

Dan tak kalah ketcehnya Manajer Pemasaran Bimbel Hafara kami,  Kak Arif Rahman,  materi penutup "Talent Maping" serunya ada games sederhana,  yang sebenarnya tak sederhana. Jadi tahu "Who I Am." Andai ketemu Kak Rahman jauh sebelum menentukan pilihan jurusan, pasti akan lebih happy lagi dalam menjalani hari hari #LohCurcol hee. 

Materi Talent Maping ini masih bersambung ke Raker selanjutnya, karena masih banyak bahasan penting lainnya yang terlewat, agar lebih paham "Siapa Sih Gue" hee.

Bel tanda akhir raker selesai,  dan terlewati materi dari Manajer SDM kami, Mbak Titis,  yang tak kalah ketcehnya, dia “psikolog berjalan”-nya teman-teman Hafara.. xxiixi.

Penutupan raker Sabtu,  6 Januari 2018 diakhiri dengan euforia kemenangan Kak Ias untuk reward sang juara.  Selamat Kak Ias, tetap jadi tentor BCT yang ketceh, humanist and religious.

##
06.01.2018
RakerBCTBimbelHafara


Memilih Menjadi Abdi Negara

Teman-teman Seperjuangan Angkatan 2014
Memilih Menjadi Abdi NegaraKami, lulusan Tes CPNS untuk pemerintah daerah tahun 2014, adalah angkatan terakhir sebelum moratorium penerimaan PNS diberlakukan. Sudah hampir 4 tahun sebelum akhirnya beredar informasi bahwa akan dibuka kembali rekrutmen Tes CPNS pada bulan Februari atau Maret 2018.

Rasanya sudah rindu untuk punya "adik kelas" di kantor. Begitu jika sedang punya waktu senggang dan mengontrol santai dengan teman-teman satu angkatan. Karena sampai sekarang, kami ini yang paling muda. Junior dari sisi usia menjadi seorang abdi negara. Gak enak kelamaan jadi anak bungsu.

Oya, sebelumnya, bulan-bulan akhir 2017 kemarin, sudah dibuka untuk penerimaan CPNS kementerian. Informasinya, akan dibuka ratusan ribu kursi untuk tahun ini. Mayoritas diperuntukkan bagi CPNS Daerah, dan lainnya CPNS kementerian. Semoga segera terlaksana, karena itu berarti kami akan segera punya "adik".

Bagi masyarakat luas, menjadi PNS menjadi salah satu profesi yang dianggap prestise. Bahkan di sebagian daerah, belum dianggap bekerja jika belum menjadi PNS. Ya, meski tak semuanya berpandangan seperti ini. Karena banyak profesi yang bisa menjadi alternatif tentunya.

Namun, jika melihat antusiasme pendaftar pada tes CPNS 2017 yang lalu, kita bisa melihat bahwa profesi ini masih menjadi magnet tersendiri. Tentu beragam alasan bisa dikemukakan, mengapa jalur pendaftaran Tes CPNS terus berjubel setiap dibuka formasinya oleh pemerintah.

Dulu, menjadi PNS bukanlah sebuah cita-cita buat saya. Bekerja bisa dimanapun. Asalkan bisa berkarya dan bermanfaat untuk orang lain. Jadi berkali-kali ada peluang daftar, ya saya cuek saja. Tapi, semua berubah setelah Negara Api menyerang. Eh, becanda kok.

Setelah diminta dengan sangat oleh orang tua untuk mendaftar, akhirnya ego untuk bertahan dengan pandangan sendiri mulai dikompromikan. Membuat lintasan baru, agar punya lintasan keinginan yang sama dengan orang tua dan keluarga. Akhirnya, petualangan baru pun dimulai. Dan sekarang, di sinilah saya. Berdiri sebagai salah satu abdi negara. Hehe.

Jika menilik obrolan dengan teman-teman satu angkatan, alasan untuk menjadi PNS (atau sekarang disebut ASN) ternyata berbeda-beda. Ada yang sama dengan saya, ingin memenuhi keinginan orang tua, memang bercita-cita jadi PNS, ingin dekat dengan keluarga (banyak yang sudah bekerja di tempat bonafit tetapi memilih pulang kampung), ingin pekerjaan yang tenang dan lebih santai (banyak teman-teman sudah bekerja di perusahaan swasta dengan gaji yang jauh lebih besar, tapi dengan tekanan kerja yang sangat tinggi), tidak dibawah tekanan, mencari tantangan baru, atau yang lainnya.


Saya teringat sebuah hadis Nabi. “Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal darah. Jika segumpal darah tersebut baik maka akan baik pulalah seluruh tubuhnya, adapun jika segumpal darah tersebut rusak maka akan rusak pulalah seluruh tubuhnya, ketahuilah segumpal darah tersebut adalah hati.” 

Apa yang kita bayangkan jika memiliki perusahaan dengan jumlah pegawai sebanyak 4,37 juta orang. Dengan anggaran di perusahan itu mencapai 2.220 Triliun. Belum ditambah dengan aset fisik dan non fisik serta luas perusahaan yang mencapai 5.180.053 km2. Ya, itulah Indonesia. Negara tempat kita lahir dan dibesarkan. Tempat kita menyandarkan kebanggaan sebagai sebuah bangsa.

Lalu apa kaitannya dengan hadist Nabi di atas? Tak lain adalah, bahwa kita memiliki peran yang sangat vital dalam menentukan baik buruknya bangsa besar ini. Kita ibarat jantung yang ada di dalam tubuh Indonesia. Dan kususnya, saya dekatkan pada profesi abdi negara, yang tak lain adalah pelaksana langsung dari roda pemerintahan ini.

Oleh karenanya, meski dahulu mungkin tidak semua di antara kami memilih profesi ini dengan alasan benar-benar ingin menjadi abdi negara, tetapi sudah selayaknya cara berpikir itu perlahan berubah. Bahkan ditengah kondisi yang tidak selalu ideal saat bekerja sebagai abdi negara itu sendiri. 

Tentu semua kita menginginkan sebuah pemerintahan yang baik dan berdaya juang tinggi. Sehingga bisa melahirkan program-program nyata yang berkualitas dan memiliki dampak signifikan terhadap kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyatnya. Siapakah yang tidak ingin pelayanan kesehatan yang baik yang selama ini sering dikeluhkan oleh banyak masyarakat? 

Siapakah yang tidak ingin jalan-jalan baik di kota maupun di desa bisa dilalui dengan mulus, lengkap dengan rambu lalu lintas dan penerangannya? Siapakah yang tidak ingin anak-anak negeri ini mendapatkan pendidikan yang baik dan berkualitas di setiap jenjangnya hingga mampu melahirkan lululus yang berkualitas dan berdaya saing? 

Siapakah yang tidak ingin setiap anak-anak bangsa lulusan dari berbagai jenjang pendidikan mendapatkan pekerjaan yang layak dan mampu menjadi kebanggaan dengan karya-karya terbaiknya? Siapakah yang tidak ingin masyarakat negeri ini makmur dan sejahtera serta bisa dengan mudah mendapatkan layanan akses publik yang baik?

Saya yakin, tentunya itu menjadi keinginan kita semua. Dan itulah dalam perumpaan yang saya ambil dari hadis Nabi di atas, tentang "baik atau rusaknya seluruh tubuh," dalam konteks yang lebih luas. Jika dalam hadis Nabi ini ditujukan kepada manusia, saya mengambil permisalan "manusia" disini adalah negara itu sendiri. 

Teringat sebuah kata-kata bijak, "Tugas kita adalah menyalakan lilin, bukan mencela kegelapan." Sebuah kata-kata sarat makna yang seringkali menggambarkan betapa kita jauh lebih sering masuk pada ranah "keluhan" dibandingkan dengan berusaha untuk melakukan satu atau dua usaha perbaikan. 

Kata kuncinya, bukan berarti kita tidak boleh mengeluh, komplain, dan sebagainya. Tapi bagaimana menjadikan potret buruk yang masih nampak di depan mata, dan kita capture sebagai sebuah evaluasi bersama. Lalu bersama juga berusaha untuk saling memperbaiki diri dari hal yang terkecil. Karena perubahan kecil yang dilakukan oleh banyak individu, perlahan tapi pasti akan memberikan dampak perubahan kolektif sehingga menghasilkan gelombang perubahan yang besar. 

Karena kami (atau saya) sekarang sudah berada di sini, maka pertanyaannya bukan lagi mengapa kamu ingin menjadi PNS? Tapi apa yang dilakukan setelah terpilih sebagai abdi negara. Maka, pilihan terbaiknya adalah bagaimana terus meningkatkan kapasitas diri agar bisa meningkatan kapasitas dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai abdi negara. Salah satu profesi yang menjadi jantungnya negeri ini.

Dan mari bersama perlahan membangun negeri yang kita cintai ini. Tanpa peran dari semu komponen bangsa, tentu kita tak akan pernah melihat Indonesia yang mampu terbang tinggi mengangkasa. Semua kita pada hakikatnya adalah abdi negara, dengan profesi apapun atau sebagai apapun. Maka yang terbaik adalah memadukan seluruh potensi yang dimiliki anak negeri. Indonesia membutuhkan kita semua. 


Note:
Sebentar lagi akan ada pembukaan formasi CPNS besar-besaran. Yuk, yang ingin bergabung dalam barisan korps pegawai negeri. Pemerintahan ini membutuhkan SDM berkualitas dan berpotensi seperti kalian. Juga biar kami punya junior yang hebat untuk diajak diskusi dan bekerja. Hee. 

Cinta Dalam Setangkai Mawar Yang Patah

Cinta Dalam Setangkai Mawar Yang Patah

Cinta,
jejak rindu tanpa rasa.
ruang mesra yang hampa.

Kulukis ia dengan air mata.
Kusimpan pada setangkai mawar dibalik punggung,
Biarkan durinya munusuk; perih menyerpih.

Ia, yang kutikam berulang kali dengan belati; agar mati,
tapi tetap tak bisa. Sia-sia saja.


***
Mataku nanar menatap pigura coklat di sudut meja segi empat tempatku biasa membaca. Aku terdiam sejenak. Menatap potret yang ada di dalamnya. Mengenang kisah lama yang ada di sana. Kisah dalam sendu yang basah.

Tanpa sadar, titik kristal bening mulai menggenang tipis di sudut mataku. Menggumpal. Lalu menggantung tak tertahan. Hingga akhirnya kubiarkan ia jatuh menumpahkan rindu. Dalam diam, dalam isak. 

Seperti gerimis di luar sana. Rintik airnya adalah isyarat perjumpaan. Tentang langit yang merindu akan bumi. Meski tak berjumpa dalam sentuhan, ia mengirimkan pesan lewat tetesan.


***
Sebenarnya, perjumpaan dengannya bukanlah sebuah kesengajaan. Laki-laki mengesankan yang tak kukenal itu. Meski aku percaya, tulisan takdir telah memilih kami untuk bertemu. Sebuah goresan pena yang telah direstui oleh pemilik semesta.

Toko bunga itu memang sering aku lewati. Tapi baru sekali itu aku mampir. Itupun karena terburu-buru. Tugasku untuk segera mendapatkan buket mawar segar kesukaan Arin membuatku tak bisa menawar waktu.

Hingga akhirnya, untuk pertama kali aku bertemu dengannya. Laki-laki dengan senyum simpul menawan bersama segenggam mawar segar di tangannya. 


***
"Cari apa?" sebuah suara ramah menyapa. Pemilik toko bunga segar ini ternyata. Masih muda, wajah yang teduh tapi memiliki guratan yang tegas. Usianya mungkin hanya terpaut sekitar tiga atau empat tahun di atasku. 

Mengapa ada sesosok arjuna di sebuah toko bunga? Aku membatin dalam hati. Jujur aku terpesona dengan pemiliknya. 

“Eh, iya, aku mau lihat-lihat bentar boleh ya.” Sembari kututupi kekagumanku pada pandangan pertama yang menyihir itu. Sambil kulirik Rolex Lady-Datejust yang melingkar anggun di pergelangan tanganku. 

Hmm. Sudah pukul 16.30 sore. Aku harus bergegas. Teman-teman pasti sudah menunggu. Ini adalah hari spesial untuk Arin. Tak boleh terlewatkan sedetikpun.

Segera kupilih bunga segar kesukaan Arin. Ini adalah perayaan kesuksesannya meraih medali emas di Pekan Olah Raga Pelajar Tingkat Provinsi. 

Arin, yang lembut itu, adalah karateka andalan sekolah kami, juga kesayangan Bapak Walikota. Berderet prestasi dan medali emas telah dipersembahkannya untuk sekolah dan kota ini.


*** 
Sejak kali pertama membeli mawar segar di tokonya, aku tergoda untuk datang kembali. Entah mengapa. Mungkin iseng. Mungkin juga tertarik padanya. Arin yang tahu hal ini, sering menggodaku jadinya.

Raka bukan saja sosok yang ramah, ia adalah sosok yang sangat mengerti memperlakukan setangkai bunga. Mungkin itu yang membuatku jatuh hati padanya. Rasa yang tak seharusnya ada. 

Namun malang. Karena memang, tak semua rasa harus ada. Kejadian itu berlangsung cepat. Tepat disaat hobi baruku mengunjungi Raka seperti sebuah jadwal meeting yang padat. Andai bisa, kan kubuat waktu melambat, dan membiarkan pergi dari jalan hidupku. 

Atau kutarik kaki ini agar tak mendekat padanya. Biar saja. Itu lebih baik. Daripada kelak, aku akan mengenangmu dengan cara seperti ini.

***
Sore itu, aku mengunjungi toko bunga lelaki penuh pesona itu untuk kesekian kalianya. Entah pesona apa yang membawaku untuk kembali kesana. Tak kusangka, Ryan, seseorang yang pernah mengisi ruang hatiku, membersamai hari-hariku, mengikuti dari jauh.

Aku tak kuasa menahan marah ketika ia masuk ke dalam toko bunga itu. Aku sudah memutuskan hubungan kami sejak dua minggu yang lalu. Dan ia memintaku kembali padanya. Tak kusangka, kehadiran Ryan sore itu, membawa bencana tersendiri.

Tiba-tiba ada suara teriakan-teriakan dari seberang jalan. Aku mengernyitkam dahi. Ada apa? Semua menjadi buram saat tiba-tiba mereka mengejar Ryan yang terpojok di dalam toko. Ryan hanya bertiga dengan dua temannya yang masih menunggu di mobil. 

Kejadian yang berlangsung sangat cepat itu membuat aku tak mampu berbuat apa-apa. Hanya menjerit minta tolong sekuatku. Ternyata anak-anak itu adalah anak sekolah yang dikalahkan oleh tim basket Ryan pada kompetisi antar pelajar pekan lalu.

Aku panik tak menentu. Ryan tak bisa berbuat banyak. Pukulan demi pukulan dilayangkan ke wajah, kepala dan seluruh badannya. Raka tak berdiam diri. Dia menarik lenganku keluar toko. Berteriak ke sesama pedagang di sekitar persimpangan itu. 

Dua teman Ryan baru sadar dan bergegas keluar dari mobil. Dan tak kusangka, Raka telah terlebih dahulu masuk kembali ke toko. Dengan meraih apa saja yang bisa ia raih, ia lemparkan ke arah gerombolan anak-anak pengecut itu.

Dan tak disangka. Diantara mereka ada yang membawa sebilah belati. Mungkin belati ini dipersiapkan untuk Ryan. Tapi takdir memilih lain. 

Saat warga semakin banyak berkumpul dan mengerti apa yang terjadi, anak-anak itu mulai lari satu persatu. Tapi sebelum itu. Tanpa sepengetahuan banyak orang, belati tajam milik salah seorang diantara mereka telah menancap dalam di lambung Raka. 

Darah segar mengalir. Membasahi setangkai mawar yang tadi kugenggam lalu berserakan sesaat Raka menarik tanganku keras. 


*** 
"Aku Salsa, Kak. Salsabila Ayunda. Sudah seminggu ini tokonya nggak buka. Bunga-bunganya banyak yang layu dan rusak," Salsa bercerita sambil menata beberapa bunga segar.

"Maaf kak. Sejak kak Raka gak ada, kami bingung. Aku izin kak tiga hari terakhir ini nggak masuk sekolah. Buat beres-beres disini. Alhamdulillah ada sepupu yang juga bisa bantu-bantu, Kak."

"Terima kasih banyak ya kak sudah mau bantu keluarga kami. Padahal sebelumnya Salsa gak kenal siapa kakak."

“Oo, iya Kak. Aku sebenernya sering kesini. Tapi banyaknya hari Minggu. Soalnya Kak Raka gak ngebolehin. Aku harus fokus belajar katanya. Juga merawat Ibu yang lagi sakit.”

Salsa, adik Raka yang bungsu. Bercerita panjang lebar sembari membawakanku segelas minuman. Ini adalah pertemuan keduaku. Setelah prosesi pemakaman Raka minggu lalu. Pemakaman yang membuatku tak bisa beranjak dari perasaan ini.

"Oya, Sa. Kakak pamit dulu ya. Telpon kakak kalau ada yang bisa kakak bantu lagi," ucapku pada Salsa sebelum meniggalkan toko bunga itu.


*** 
"Aku aja yang nyetir, Kei. Tuh, matamu saja sembab. Setiap kesini kamu pasti begitu."

Aku melangkah menuju mobil putih di pinggir jalan. Kuserahkan kunci mobil ke Arin. Sahabat dekat yang bagiku sudah seperti keluarga. 

"Yuk, Rin." 

"Eh, kayaknya ada yang harus gue lakuin lagi buat keluarganya, Rin.." 

"Apa itu? Kamu gak apa-apa, ngeluarin banyak duit gitu buat mereka?" 

"Gpp. Entah kenapa aku jadi pengen banget bantu keluarga mereka. Apa yang gue lakuin ini tetep gak akan sebanding dengan kejadian waktu itu, Rin.."

"Tabunganku juga masih cukup kok. Aku juga udah bilang ama Mama. Mama mengerti dan nanti juga ikut bantu. Kamu tahu, Rin? Raka adalah tulang punggung keluarga. Ibunya sudah lama terbaring lemah di rumah karena sakit yang dideritanya." 


***
Aku tersenyum kecut. Dalam pigura itu, tampak Arin sedang tersenyum lebar. Membawa buket mawar merah kesukaannya. Mawar yang sama dengan mawar yang basah dengan darah segar Raka. 

Kuusap sedih di ujung mataku. Menutup lembar terakhir buku yang sedang kubaca. Lalu kubiarkan tubuhku berbaring dengan pikiran tak menentu. Menatap lamat-lamat lampu kamar. Dan hujan masih saja mengirimkan isyarat perjumpan di luar sana.

10 Tips Sukses Lulus Tes CPNS 2018

10 Tips Sukses Lulus Tes CPNS 2018
Sumpah/Janji PNS Pemprov Lampung Periode April 2017
10 Tips Sukses Lulus Tes CPNS 2018 - Adakah yang bermimpi menjadi abdi negara, especially PNS pemerintah daerah (provinsi/kabupaten/kota), berseragam kuning khaki di setiap apel mingguan atau mengenakan batik Korpri di hari-hari besar nasional? Jika iya, tips sukses lulus Tes CPNS 2018 ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman. Tapi jika tidak, mungkin bisa teman-teman bagi dan rekomendasikan kepada sahabat atau kerabat yang membutuhkan.

Sesuai dengan informasi yang berkembang di media, setelah mengadakan rekrutmen besar-besaran untuk kebutuhan PNS kementerian di tahun 2017, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur menyatakan pemerintah akan kembali membuka pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018, khususnya untuk kebutuhan pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota.

Tentunya ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang ingin berkiprah mengabdikan diri pada negara untuk bisa mengikuti seleksi Tes CPNS tahun 2018 ini. Sebagai informasi awal, Tes CPNS 2018 kemungkinan akan dilaksanakan pada bulan Maret 2018, sedangkan proses pendaftarannya dimulai pada bulan Februari 2018 (kepastiannya menunggu keputusan dari pemerintah).

Nah, buat teman-teman yang sudah pernah mengikuti tes ini, tapi masih gagal, bisa mulai bersiap-siap lagi untuk menyongsong pelaksaan Tes CPNS 2018 yang diperkirakan akan merekrut hingga 250 ribu PNS seluruh Indonesia, dengan rincian 38 ribu untuk pemerintah pusat dan selebihnya untuk pemerintah daerah. Dan untuk yang pertama kali mencoba, jangan takut, masih banyak waktu kok untuk menggali informasi dan mempersiapkan diri dengan baik. 

Untuk menggapai sukses pada Tes CPNS 2018 yang tak lama lagi akan hadir, teman-teman silakan simak 10 Tips Sukses Lulus Tes CPNS 2018. Tips-tips ini merupakan rangkuman tips dari beberapa teman yang telah lulus seleksi Tes CPNS, termasuk seorang teman yang mendapatkan nilai tertinggi pada saat Tes Seleksi CPNS untuk pemerintah provinsi tempat kami bekerja.

Tips sukses ini juga lebih khusus untuk formasi Tes CPNS di daerah (povinsi/kabupaten) yang hanya menggunakan satu kali tes, yaitu Tes TKD (Tes Kemampuan Dasar) dengan sistem CAT (Computer Assisted Test) secara online. Sedikit berbeda dengan Tes CPNS untuk kementerian yang terdapat tahan TKB (Tes Keampuan Bidang). Jadi, untuk yang mengambil formasi di kementerian, tips-nya berlaku untuk Tes TKD dengan sistem CAT online ya. Yuk, mari simak bersama Tips Lulus Tes CPNS 2018 berikut ini:

Pertama, pahami tipikal soal tes TKD (Tes Kemampuan Dasar) pada seleksi CPNS ini. Soal tes TKD akan dibagi dalam tiga bagian, yaitu TKP (Tes Karakteristik Pribadi), TIU (Tes Intelegensia Umum), dan TWK (Tes Wawasan Kebangsaan). Kita harus memahami tipikal masing-masing soal ini agar tidak salah dalam mempersiapkan diri.

TKP berisi soal psikotes kepribadian, TIU lebih kepada soal matematika dasar, penalaran, logika dan bahasa (antonim, sinonim, silogisme, wacana). Sedangkan TWK berisi materi terkai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Kedua, ingat bahwa dalam Tes CPNS ini ada passing grade. Jika mengacu pada peraturan terakhir, PERMEN PAN-RB Nomor 22 Tahun 2017, yang juga dipakai pada Tes CPNS 2017, maka nilai ambang batas yang digunakan adalah 143 untuk TKP, 80 untuk TIU, dan 75 untuk TWK.

So, kita mulai bisa mengukur kemampuan kita di masing-masing bagian tersebut. Namanya passing grade, semua harus dilewati. Jika gugur salah satunya, maka dipastikan kita tidak akan lolos dalam seleksi Tes CPNS ini. Ada pengalaman sedih seorang teman, hanya karena kurang sedikit saja di salah satu bagian Tes TKD ini, akhirnya gugur. Padahal nilai lainnya terhitung cukup tinggi.

Ketiga, latihan soal dengan baik. Jika waktu tes masih jauh, maka cara terbaik untuk sukses dalam Tes CPNS ini adalah dengan latihan rutin setiap hari. Targetkan jumlah soal yang akan dikerjakan dan dibahas. Terus diulang di setiap waktu yang sudah kita alokasikan dengan khusus.

Tak terasa, soal-soal akan terasa lebih mudah dan semakin cepat dikerjakan. Apabila sudah terasa demikian, tingkatkan kualitas latihan soal dengan tipe-tipe yang berbeda. Misalnya, dengan mengerjakan soal-soal Tes STAN, SBMPTN, atau sejenisnya. Ditambah lagi, lakukan simulasi real sistem CAT dengan software yang bisa kita temukan melaui internet atau di buku-buku Tes CPNS yang banyak dijual di pasaran lengkap dengan CD Simulasi CAT-nya.

Keempat, menyesuaikan gaya belajar. Ini adalah salah satu strategi sukses yang dapat diterapkan oleh masing-masing kita. Kenali gaya belajar kita, lalu sesuaikan dengan pola latihan, juga dengan waktu yang tersedia. Setiap orang tentu tak sama dalam detail secara teknis, meski yang umum bisa kita ambil sebagai referensi.

Termasuk menilai kelemahan kita dari tiga bagian soal Tes TKD tersebut ada dimana. Dari sana, kita bisa memetakan prioritas latihan yang harus kita perdalam. Kita bisa memperbanyak latihan soal dari buku, sumber internet, simulasi software CAT, juga aplikasi Android yang sekarang sudah banyak tersedia di Play Store.
Sumpah/Janji PNS Pemprov Lampung Periode Desember 2017
Kelima, tips sukses selanjutnya adalah RESIGN dari tempat bekerja a.k.a. NGANGGUR. Serem banget ya tips yang ini. Tapi ini memang terjadi dengan salah satu teman saya. Alasannya sederhana, dengan begitu, dia tidak punya pilihan kecuali mendorong semua kemampuannya untuk berhasil. “DO or DIE!” paparnya.

Tapi jika teman-teman tidak mau se-ektrem ini, bisa kok dengan tetap masih bekerja. Tingga nanti meminta izin pada atasan saat Tes CPNS berlangsung. Tentunya bagi yang diperbolehkan ya. Jika tidak, ya silakan dipilih. Tes dalam kondisi masih bekerja juga punya kelebihan sendiri untuk sebagian orang. Perasaan kita jadi lebih tenang. Ibarat mengejar sesuatu, tetapi kita masih punya pegangan terhadap sesuatu yang lain. 


Keenam, ini adalah langkah sukses menjelang hari-H pelaksanaan Tes CPNS. Perlu diingat, kita tidak boleh hanya fokus pada persiapan terkait soal dan materi tes saja. Hal-hal nonteknis lainnya juga harus diperhatikan dengan baik. Termasuk persiapan menjelang tes dan saat hari-H.

Siapkan kartu identitas diri (KTP) satu hari sebelum tes. Pastikan identitasi diri ada dalam dompet kita. Selanjutnya, cek lokasi tes. Agar tidak bingung keesokan harinya. Selain itu, kamu juga bisa melihat hasil tes gelombang sebelumnya. Tujuannya untuk membuat pemetaan skor dari peserta yang lain. Jika melihat skor yang tinggi, jadikan penyemangat untuk bisa lebih baik.

Ketujuh, rileks dan nyamankan diri mendekati hari tes. Jadi, khususnya pada H-1 menjelang Tes CPNS ini, jangan lagi begadang dan memforsir energi serta pikiran kita. Lakukan saja hal-hal yang bisa membuat tenang dan nyaman. Having fun kalau istilah teman saya. Yakin dengan usaha yang telah kita lakukan dalam mempersiapkan diri, bahwa kita bisa bertempur dengan baik saat tes esok hari.

Mengapa justru harus rileks? Hal ini agar kita tidak tertekan secara psikologis atau mengalami stress. Kondisi psikis yang tidak baik tentu  akan mempengaruhi kondisi kita saat tes berlangsung. Oleh karenanya, persiapkan diri kita jauh-jauh hari sebelum hari pelaksanaan Tes CPNS. Tinggalkan pola SKS (Sistem Kebut Semalam) ya.

Kedelapan, awali pagi di hari tes dengan sarapan. Apalagi untuk yang terbiasa sarapan, jangan sampai dilewatkan. Kecuali bagi teman-teman yang memang tidak terbiasa untuk sarapan, boleh-boleh saja. Atau jika tesnya sore, juga jangan lupa untuk makan siang.

Karena pada saat tes ini tentu kita membutuhkan banyak energi. Jadi asupannya pun harus diimbangi. Termasuk istirahat yang cukup dan teratur menjelang hari tes. Ditambah dengan olah raga ringan agar badan kita bugar dan pikiran menjadi segar.

Kesembilan, pada saat mengerjakan soal tes, mulailah dengan berdoa. Meminta kepada Tuhan agar diberi kemudahan dan kelancaran. Lalu, kerjakan dari yang paling kita kuasai terlebih dahulu. Inilah salah satu keunggulan dari sistem CAT online, dimana kita bisa memilih soal mana yang akan kita kerjakan.

Manfaat dari hal ini adalah, kita bisa memulai dengan soal-soal yang terasa mudah. Sehingga, muncul optimisme pada saat mengerjakan soal di bagian selanjutnya. Karena poin dari masing-masing soal sama, maka kita tidak boleh mengabaikan soal yang tidak kita kuasai. Kerjakan semua tipe soal dengan merata.

Manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, dan gunakan sisa waktu yang ada untuk mengerjakan tipe soal yang kita anggap sulit tadi. Saya pribadi waktu itu memilih mengerjakan soal non hitungan terlebih dahulu, karena berpikir soal hitungan memerlukan waktu lebih lama, sedang bobot atau poin soal adalah sama.

Kesepuluh, setelah Tes CPNS dilakukan, tugas terakhir kita adalah berdoa dan berserah diri kepada Tuhan. Sekeras apapun usaha kita, ada ruang yang terkadang tidak bisa kita masuki tanpa seizin-Nya. Maka, kerjakanlah bagian kita dengan sebaik-baiknya, dan sisanya kita serahkan kepada Allah Swt untuk menyempurnakannya.

Tak lupa, mintalah doa kepada para sahabat, keluarga, terutama orang tua. Saya sendiri sangat meyakini, bahwa kelulusan saya pada Tes CPNS dua setengah tahun yang lalu, lebih utama pada peran doa, khususnya doa kedua orang tua, tak hanya usaha manusiawi saya semata.

Alhamdulillah, semoga dengan 10 Tips Sukses Lulus Tes CPNS 2018, teman-teman sekalian dapat bergabung dalam barisan Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) untuk bersama-sama membangun negeri yang kita cintai ini.