Skip to main content

Posts

Showing posts from 2017
Benar katamu. Hujan tak menghalangi. Ia hanya membasahi. 
Seperti sore ini. Pemilik jiwa-jiwa tulus itu memilih diam tak beranjak. Memilih sabar tak melangkah. Memilih bersama derai hujan yang membasahi.
Lihatlah. Ada yang berpayung. Bermantel hujan. Atau lebih suka berbasahan. Menikmati hujan yang mengantarkan keberkahan. Saat pintu langit terbuka. Bagi doa-doa untuk saudara kita di Palestina.
Di panggung orasi. Hujan justru menyemangati. Maka bersuaralah kata-kata. Untuk membuat dunia tahu bahwa Palestina ada.  Maka bersuaralah kata-kata. Untuk membuat dunia mengerti bahwa Palestina tak sendiri.
Boleh Amerika menganggap dirinya negara digdaya. Tapi ada saatnya kelak, kedigdayaan akan bertekuk lutut di hadapan tekad yang membaja. 
Siapa yang menyangka kisah Raja Abrahah dengan pasukan gajahnya, berakhir di tangan si kecil Ababil? Sebuah tanda bahwa kuasa manusia hanyalah secuil.
Kita lihat nun jauh disana. Anak-anak kecil dengan bongkahan batu di tangan mungil mereka. Ta…

Memilih Tak Menyerah

Waktu bergerak cepat. Detik-detik bagai berlarian kencang. Begitupun menit yang berjingkatan riang.
250 soal, 180 menit. Benar-benar tes yang menguji banyak hal. Kecepatan, ketepatan, kesabaran, mental dan daya tahan. Dan satu hal yang tak saya prediksi, tingkat kesulitan soal yang diatas rata-rata.
Saya sudah membaca dan berlatih dengan empat buku berbeda. Mempelajari teorinya, mengerjakan latihan soalnya, juga melakukan simulasi Try Out real-nya. Tapi semua seolah tak ada arti.
Sejak soal bagian pertama, pipi saya seperti ditampar bolak-balik. Semakin mengerjakan, semakin keras tamparannya.
Benteng mental saya seperti dilontari batu-batu besar menggunakan mangonel. Meninggalkan lubang menganga dan remuk sana-sini.
Memasuki bagian kedua, soalnya lebih "gila". Kesulitannya dua-tiga kali dari latihan. Meninggalkan banyak bulatan kosong di lembar jawaban.
Ambrol keyakinan saya pada titik nadir. Ditengah waktu yang berhitung mundur, justru saya berhenti dan meratapi diri, "Begin…

Nulis Yuk

Dulu, saya ingin menulis untuk menginspirasi orang lain, agar bisa berkarya dan mendapatkan apresiasi. Tapi kini saya menyadari, jarak terdekat yang terdampak dari tulisan saya sebenernya adalah diri saya sendiri.
Dengan menulis, sadar atau tidak, perlahan saya belajar merubah diri sendiri. Belajar memperbaiki diri dari apa yang saya tulis; peristiwa, teman-teman, atau potret yang ada di sekitar.
Dengan menulis, saya juga belajar memberanikan diri bergabung dalam komunitas blogger yang sudah profesional di dunia kepenulisan dan blogging. Bayangkan, saya yang newbie imut-imut ini, ketemu para mastah blogger dan penulis yang bukunya sudah berjejer di Gramedia.
Gugup, gagap, tapi menyenangkan. Ada lega yang melapangkan dada, karena berhasil menaklukkan ketakutan sendiri. Seperti game meniup balon hingga meletus di sebuah sesi training. Semakin besar, semakin takut. Tapi setelah meletus, semua tetap baik-baik saja.
Juga dengan menulis, saat ingin menulis sesuatu yang tidak atau belum banyak t…

Indonesia Bisa, Indonesia Juara (Sepucuk Surat Untuk Membela Indonesia di Tahun 2018)

Apa Rasanya Menjadi Juara? Apa rasanya menjadi juara? Berdiri di podium yang tinggi. Ditonton berjuta pasang mata yang menatap gembira. Diberi puja-puji sana-sini oleh pembawa acara.
Apa rasanya menjadi juara? Menatap sumringah jejeran medali dan piala, yang sudah menunggu pemiliknya sejak lama. Untuk diserah terimakan dan dibawa pulang dengan penuh bangga.
Apa rasanya menjadi juara? Dalam sorak-sorai dan gegap gempita. Merah putih berkibar gagah di angkasa. Diiringi lagu kebangsaan yang berkumandang syahdu di udara.
Apa rasanya menjadi juara? Terkenal dimana-mana. Diundang Bapak Presiden atau televisi swasta dan berbagai acara. Diliput bertubi-tubi oleh media nasional maupun manca negara.
Apa rasanya menjadi juara? Diidolakan banyak remaja. Dijadikan panutan oleh kawula muda. Dielu-elukan generasi tua. Digandrungi semua usia.

Pedih Perihnya Perjuangan Sang Juara Ada yang selalu mengharu biru saat mendengar lagu Indonesia Raya berkumandang di ajang internasional. Lagu kebangsaan, juga lagu…

Susahnya Konsisten Buat Ngisi Blog

Salah satu hal paling susah di muka bumi ini memang konsistensi. Kalau dalam bahasa agamanya, istikamah. Suatu sikap atau tindakan yang tetap, tidak berubah-ubah, dan terus berkelanjutan.  Tanpa terganggu oleh mood, cuaca alam, cuaca hati (#eeaa) ataupun kondisi sekitar.
Meski untuk sebuah pekerjaan yang dianggap ringan, konsisten tetap tak mudah. Contohnya ya ini, ngisi blog secara rutin. Kadang sudah buat konsep, eh ada aja alasan hingga tak kunjung lahir sebuah tulisan. Kadang sudah jadi, tapi tak kunjung di-posting, dan akhirnya kehilangan momen. Ini baru ngisi blog loh, bukan disuruh ngisi bak mandi yang perlu usaha ekstra kayak jaman kecil dulu. Hee.
Sejak punya blog setahun lalu (yang bentar lagi ulang tahun pertama #aseek), ternyata baru beberapa artikel yang berhasil di-posting. Dari awalnya ingin nulis setiap hari (saat semangat-semangatnya), berubah menjadi seminggu sekali, eh ternyata gak kesampean juga.
Jadilah ngepost-nya acak-acakan. Semaunya. Kadang rajin, kadang be…

Anak-anak Danau Ranau

Untuk kali kedua, menjejakkan kaki di sini, menghirup segar udara pegunungannya, menikmati setiap kelokannya, merasakan keindahan ciptaan-Nya.
Dulu, berkesempatan memotret panorama Danau Ranau dari sisi komplek Wisma Pusri, Sumatera Selatan. Kini, dipilihkan takdir berjumpa dari sisi seberangnya, Lumbok Seminung, Lampung Barat. Lengkaplah sudah. "Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?"
Di sini, setidaknya ada dua pilihan tempat. Rumah makan dengan pemandangan bagan-bagan budi daya air tawar dengan background Danau Ranau dan pegunungannya, atau ke arah Resort Lumbok Seminung yang berjarak beberapa kilo meter lagi. Meski tak sempat melihat Danau Ranau dari pilihan kedua, rasanya sudah cukup dengan menikmati suasana Danau Ranau bersama ikan bakar segar hasil budi daya air tawar danau ini.
Yap. Banyak bagan-bagan di sini. Menyaksikan dari dekat nuansa ekonomi masyarakat. Meniti jalan bambu bergoyang yang seolah tak mampu menahan berat saya yang melintas di atasnya, untuk…

Generasi Zaman Now, Ini Pesan Ketua MPR RI di Acara "Ngobrol Bareng MPR RI dengan Netizens Lampung"

Hai kids zaman now and zaman old! Apa sih yang biasa kamu lakukan di Minggu malam setiap pekannya? Pasti jawabannya beda-beda. Mungkin ada yang nonton tivi sambil istirahat setelah lelah seharian jalan-jalan, mungkin ada yang ngerjain PR yang belum selesai karena keasyikan nyantai saat week end, atau lagi main game Mobile Legend yang lagi ngetren itu? Hee.
Nah, berbeda dengan pekan-pekan sebelumnya, Minggu malam kemarin (19/11/2017) adalah hari yang spesial untuk netizen Lampung. Apa pasal? Karena hari itu ada acara "Ngobrol Bareng MPR RI dengan Netizens Lampung" bertempat di Swiss-Belhotel pada pukul 18.00 - 21.00 WIB. Ada pesan penting loh yang disampaikan Bapak Ketua MPR RI kita buat generasi zaman now. Simak yuks ceritanya.
Acara ini didahului dengan registrasi peserta, yang digawangi mbak Novi yang unyu. "Ayo taro sini amplopnya, serasa kondangan deh..," ujarnya lucu menyambut kami. Setelah selesai registrasi, memilih tempat duduk yang di-setting round table, k…

Hafara, Bukan Bimbel Biasa (7 Alasan Kamu Pilih Bimbel Hafara)

Bimbingan Belajar Sebagai Sarana Pendidikan Non Formal Bimbingan Belajar atau biasa disingkat dengan Bimbel adalah bagian dari pendidikan nonformal  sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2013  Tentang Pendirian Satuan Pendidikan Non Formal.
Sesuai dengan aturan ini, maka pendidikan nonformal dapat diartikan sebagai jalur pendidikan diluar pendidikan formalyang dapat dilaksanakan secara terstruktur danberjenjang.

Pada dasarnya, bimbel menjawab kebutuhan orang tua dan siswa akan tingginya tuntutan dunia pendidikan. Khususnya pada kebutuhan kelulusan Ujian Nasional, juga kelulusan pada seleksi penerimaan mahasiswa baru saat akan memasuki jenjang pendidikan perkuliahan. Meski secara umum, bimbel juga diharapkan dapat membantu siswa untuk menambah pemahaman dari materi yang belum tuntas di sekolah.
Gak Bimbel Gak Keren Era sekarang, yang ditunjang dengan begitu canggih…
arifbudiman.penulis@gmail.com