Berburu Seru di Taman Kupu-kupu

Taman Kupu-kupu Gita Persada
Berpose bersama rekan-rekan di bagian depan Taman Kupu-kupu

Taman Kupu-kupu Gita Persada - Di hari Kamis, tepat di libur Hari Raya Waisak pekan kemarin, kami menjadwalkan untuk berkumpul. Atas usul rekan kami, Heny Dwi Sari, kami sepakat untuk mengunjungi Taman Kupu-Kupu Gita Persada. Sebuah kawasan konservasi kupu-kupu yang berlokasi di daerah Kemiling. Taman ini sendiri digagas oleh pasangan Ir. Anshori Djausal, M.T., sosok arsitek, dosen, seniman, juga pemerhati lingkungan, dan Dr. Herawati Soekardi, seorang ahli Biologi yang meraih gelar doktor dari Institut Teknologi Bandung. Nama "Gita" yang disematkan pada nama taman ini sendiri berasal dari nama anak ke-3-nya, Gita Paramita Djausal, yang kini menjadi dosen di jurusan Hubungan Internasional Universitas Lampung. 

Perjalanan kami menuju Taman Kupu-kupu Gita Persada diawali dengan berkendara motor dari rumah masing-masing. Berkumpul di rumah Heny, lalu menuju lokasi. Untuk mencapai taman ini tidak terlalu sulit rasanya. Karena jalan yang menuju tempatnya tidak banyak percabangan. Bisa melalui arah Telukbetung melewati area Wira Garden atau dari arah SMAN 7 Bandarlampung. Kami memilih rute kedua, karena lebih mudah dilewati, tanpa tanjakan terjal. 

Pukul 09.30 WIB, kami tiba di lokasi, dan langsung disambut oleh staf di sini, Dwi Nur Kinasih, yang kebetulan juga murid SMA dari rekan kami Heny. Seusai memarkir kendaraan, mbak Dwi menyapa kami ramah di taman yang asri ini sembari berkenalan.

Kami masih menunggu dua orang rekan lagi yang akan datang menyusul. Sembari melihat-lihat sekitar, sesekali saya mengambil gambar. Merekam jejak peristiwa hari ini untuk dijadikan catatan harian. Yap, tak berapa lama, dua rekan kami yang juga sepasang suami-istri, datang berboncengan. Serempak kami berfoto bersama di depan Taman Kupu-kupu Gita Persada, lengkap dengan dress code warna merah yang telah disepakati sebelumnya. Nah, perkenalkan, rekan-rekan saya di atas, (dari kiri ke kanan) mas Kausar, Bika, mbak Agi, Heny, Nagariko, Iik, Ayu, saya sendiri, Felix, dan si kecil yang ada di tengah, Nayan.

Taman Kupu-kupu Gita Persada
Tempat Penangkaran Kupu-kupu

Perburuan seru di taman ini kami mulai. Taman yang luasnya kurang lebih 4,8 Ha ini terdiri dari berbagai spot yang bisa dikunjungi. Cukup luas untuk kita jelajahi semuanya hingga membuat berkeringat dan ngos-ngosan. Alam hijau dan udaranya yang sejuk, membuat mata dan pikiran ini terasa segar. Jadi memang cocok digunakan untuk mengisi liburan akhir pekan bersama keluarga atau rekan sejawat. Menjadi alternatif yang solutif saat bosan dengan liburan di mall-mall atau pantai-pantai yang sudah mainstream

Area utama taman ini tentu saja yang berhubungan dengan kupu-kupu itu sendiri. Ada tempat penangkaran, juga ada museum untuk melihat aneka jenis kupu-kupu yang telah diawetkan. Area penangkaran letaknya tidak jauh dari tempat kami datang. Kontur perbukitan mengajak kita turun naik untuk berpindah dari satu area ke area yang lainnya. Lumayanlah buat membakar lemak yang sudah lama membandel di tubuh ini.

Ada dua bagian utama di area penangkaran ini. Pertama, tempat untuk menangkarkan kupu-kupu, dari fase masih menjadi ulat, kepompong hingga menjadi kupu-kupu. Semacam kandang-kandang kecil tampak di sana. Kita bisa melihat ulat yang aktif bergerak hingga kepompong yang bergantungan di dedaunan dalam kandang.

Mbak Dwi mempersilakan kami membuka kandang, melihat lebih dekat, bahkan menawarkan untuk memegang ulatnya. Dan untuk pertama kalinya saya memegang ulat secara langsung, setelah diyakinkan bahwa ulat tersebut, dan semua ulat yang akan menjadi kupu-kupu sebenernya tidak gatal. Walau tidak membuat gatal, memang tetap terasa menggelikan. Bahkan untuk yang tidak tahan, bisa ketakutan sendiri.

Taman Kupu-kupu Gita Persada
Ulat dari Kupu-kupu Raja Troides helena

Dan ini menjadi bahan keseruan tersendiri buat kami untuk mengerjai teman-teman yang takut dengan ulat. Seperti kembali ke masa kanak-kanak yang pernah trauma dengan ulat bulu yang membuat gatal. Jadilah kami anak-anak kecil yang saling iseng berkejaran dan mengelabui seolah-olah melemparkan seekor ulat padahal yang kami lempar hanyalah potongan daun atau patahan kayu saja. 

Suara jeritan makin menjadi karena ternyata bukan teman perempuan saja yang takut akan ulat. Ada juga teman laki-laki yang takut dengan hewan mungil yang dulu sering dimunculkan sebagai tokoh Si Ulil dalam serial Boneka Si Komo yang dibawakan oleh Kak Seto. Di bagian penangkaran ini kita juga bisa melihat kupu-kupu yang telah berhasil ditangkarkan. Ada taman yang diselubungi jaring-jaring. Beragam jenis kupu-kupu berterbangan kesana-kemari. Sebagiannya hinggap di tanaman bunga yang ada. 

Taman Kupu-kupu Gita Persada
Kupu-kupu yang sedang hingga di bunga

Spot selanjutnya yang kami kunjungi adalah area bermain untuk anak-anak. Area ini ada di beberapa titik Taman Kupu-kupu Gita Persada. Paket yang lengkap untuk mengisi liburan anak-anak tentunya. Orang tua bisa mengisi dengan muatan edukasi tentang alam juga bisa semakin mendekatkan antar anggota keluarga dengan bermain. 

Taman Kupu-kupu Gita Persada
Salah satu alat bermain untuk anak-anak

Di dekat area ini juga terdapat rumah pohon. Ada empat rumah pohon setidaknya yang saya jumpai. Di bagian depan, kemudian yang paling tinggi di dekat penangkaran kupu-kupu, dan sisanya ada di bagian bawah lokasi taman. Rumah pohon ini menjadi daya tarik tersendiri karena kita bisa melihat indahnya alam taman ini dari ketinggian. Spot ini juga bisa digunakan untuk ber-selfie. Hanya saja perlu diperhatikan keamanan saat menaiki rumah pohon ini, khususnya bagi anak-anak. 

Taman Kupu-kupu Gita Persada
Salah satu rumah pohon

Selanjutnya adalah Museum Kupu-kupu. Museum di area ini menyajikan berbagai jenis kupu-kupu yang sudah diawetkan. Kupu-kupu itu diletakkan di dalam kotak kaca dengan dengan bingkai kayu dan dipajang di dinding. Setiap kupu-kupu diberikan label nama. Ada kupu-kupu dengan ukuran yang sangat besar, yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Sayangnya, museum ini belum tertata rapi dan terkesan tidak terawat dengan baik. Tapi dari informasi yang ada, memang sedang dibangun tempat yang jauh lebih representatif untuk dijadikan museum kupu-kupu kelak. 

Taman Kupu-kupu Gita Persada
Aneka jenis kupu-kupu yang diawetkan

Selain kupu-kupu, ada juga berbagai kliping artikel berita dari media lokal ternama dan nasional tentang Taman Kupu-kupu Gita Persada ini. Saya sempatkan membaca sekilas isi kliping artikel ini. Dari sana kita bisa melihat peran besar penangkaran kupu-kupu hingga mendapatkan apresiasi berbagai pihak. Mulai Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, Pertamina dan tokoh-tokoh lainnya.

Taman Kupu-kupu Gita Persada
Kliping artikel yang ada di Museum Kupu-kupu

Museum Taman Kupu-kupu Gita Persada ini juga menyatu dengan kafe sederhana yang ada di bagian bawahnya. Kita bisa memesan mie rebus atau mie goreng dengan minuman jus markisa sebagai andalan. Atau kalo yang suka minum kopi, bisa juga menikmati kopi hitam atau kopi susu di sini. Tenang saja, harganya sangat bersahabat kok. Kami yang bersembilan saja tidak sampai habis 100 ribu untuk semua makanan dan minuman yang kami pesan.

Taman Kupu-kupu Gita Persada
Menu Kafe Taman Kupu-kupu

Nah, buat temen-temen yang suka selfie, tenang aja. Banyak kok spot buat selfie di Taman Kupu-kupu Gita Persada ini. Tentunya yang spesial yang bertemakan kupu-kupu. Kami pun mengambil beberapa gambar bersama di spot ini. Lokasinya menyebar dari bagian atas sampai bawah taman ini. Jadi bisa sambil olah raga juga buat hunting nemuin spot-spot ini. Buat yang gak terbiasa dengan alam pegunungan, perlu disiapkan lotion anti nyamuk. Sangat berguna karena nyamuk hutan lumayan banyak.


Taman Kupu-kupu Gita Persada
Spot untuk ber-selfie ria

Taman Kupu-kupu Gita Persada
Berfoto disini bisa membuat kita menjadi kupu-kupu raksasa :D

Terakhir, informasi yang perlu dibagi di sini adalah harga tiket masuk Taman Kupu-kupu Gita Persada. Cukup dengan membayar Rp10.000,-/orang kita sudah bisa menikmati banyak hal di taman ini. Dari edukasi alam tentang konservasi kupu-kupu, berfoto dan bermain bersama keluarga atau teman, menikmati hijau dan segarnya udara pegunungan hingga mini hiking untuk olah raga.  Murah, meriah, mantap kan?

Taman Kupu-kupu Gita Persada
Tiket masuk Taman Kupu-kupu

Hafara, Narasi Sebuah Mimpi



Teman. Kupinjam sebentar kenangan bersama kalian. Sesuatu yang memang layak dikenang. Saat kita bersama memilih membangun sebuah mimpi. Sesuatu yang masih absurd. Tak nyata. Hanya dalam dekapan angan. Tapi kita yakin. Itulah jalan yang harus ditempuh. Empat tahun lalu.

Teman. Kita tak memiliki banyak waktu kala itu. Satu hari berlalu bagai detik-detik yang bergerak cepat. Sedangkan pikiran kita seolah justru melambat. Saat harus ada satu kata yang disepakati bersama. Karena masa depan tak lagi bisa menunggu. 

Ya. Kita himpun semua yang kita punya. Kita kerahkan tenaga dan pikiran yang mampu kita keluarkan. Kita pusatkan hanya pada satu tujuan. Sebuah nama untuk kita bersama. Kelahiran bayi mungil, yang akhirnya diberi nama, Hafara.

Nama itu muncul justru di last minute. Saat-saat terakhir. Ketika nama yang disiapkan masih menuai ragu. Hingga akhirnya. Sepotong cinta orang tua menjadi jalan kelahirannya. Dikirim dari sosok yang penuh kelembutan, Ratih Latifafuri. 

Sebuah nama yang lahir untuk sebuah lembaga. Bukan sekedar nama, tapi juga sebuah narasi. Narasi penuh mimpi. Penuh warna. Penuh cinta. Penuh harapan. Bagai jembatan pelangi. Menyatu dalam ragam perbedaan. Indah menghias di langit yang berintik hujan. Tinggi di sana, menggambarkan tentang mimpi besar yang baru bermula. 

Lalu. Narasi demi narasi tertulis. Dituang dalam lembaran slide demi slide. Sebagai bahan paparan untuk para pengambil keputusan. Mengapa Hafara. Apa itu Hafara. Bagaimanakah sosok Hafara itu. Dan akhirnya. Bismillah. Hafara-lah yang menjadi pilihannya. 

Hafara adalah pesan cinta dari seorang Ayah. Ya, ayah dari mbak Ratih. Saat sebuah jaring aspirasi dibuat. Diambil dari salah satu ayat dalam Al-Quran. Surat An-Naml ayat 40. Hadza min Fadhli Rabbi, "Ini adalah karunia dari Tuhanku." Bahwa semua yang terjadi adalah yang terbaik dari Allah. Bahwa semua peristiwa adalah karunia yang penuh makna.

Hadza min fadhli rabbi menjadi ruh lembaga ini. Dilanjutkan dengan mengemas "Humanist, fun, and religious academy" yang menjadi karakteristiknya. Menyatukan nilai-nilai relijius sebagai pondasinya dengan nilai humanist-fun sebagai cara dalam mengajar dan mendidik. Serta berinteraksi baik antara tentor, karyawan maupun siswa.


Kini, empat tahun berlalu dari waktu itu. Persis, malam seperti inilah, di ruang rapat samping kolam kecil itu, yang kini menjadi kelas A2 di cabang Kartini. Kami duduk melingkar. Mencurahkan waktu dalam rapat marathon tanpa henti. Terus mencoba merumuskan mada depan yang penuh arti. Hanya berjeda sholat, makan dan rehat sepeminuman teh. 

Kini, mungkin tak semua kita bisa bersama lagi. Baik karyawan ataupun tentor-tentor yang telah pergi. Bukan. Bukan karena tak ingin lagi bersama. Tapi jalan yang ditempuh memang harus berbeda. Tapi yakinlah, doa-doa kebaikan itu selalu berkumpul di langit yang sama. Bahkan dengan berbeda itulah kita bisa melihat dari sudut pandang yang lebih kaya. Kaya warna. Kaya rasa. Kaya makna. 

Lihatlah. Sudah berapa banyak teman kita yang lulus S2. Sudah berapa banyak teman kita yang menjadi dosen. Sudah berapa banyak teman kita yang menjadi PNS. Sudah berapa banyak teman kita yang bekerja di tempat prestise nun jauh di sana. Sudah berapa banyak teman kita yang menjadi guru di sekolah, bahkan pejabat struktural sekolah. Tapi hingga kini masih terus membersamai Hafara walau kadang dari kejauhan. Sungguh, ketahuilah! Banyak ilmu yang telah Hafara berikan hingga membuat mereka mampu melangkah jauh.  

Kini, telah banyak generasi baru yang tumbuh di sini. Bagai tunas-tunas yang mulai menguncup, bagai dedaunan baru yang menjumpai musim seminya, bagai bunga-bunga yang bermekaran di tamannya. Maka, mimpi yang belum lagi usai itu, narasi yang terus hidup itu, semoga kelak mewujud nyata. Bersama semangat yang tak mengenal lelah, bersama ikatan ukhuwah yang selalu kokoh. Dalam goresan kerja-kerja penuh doa. Menuju 5000 siswa. Bisa. Bisa. Bisa. Allahu Akbar!

--

Setetes tinta 'tuk menuang kata 
Selembar kertas 'tuk menggubah puisi
Selamat Milad 'tuk Hafara tercinta
Semoga selalu Juara dan selamanya di Hati