Skip to main content

Indonesia Bisa, Indonesia Juara (Sepucuk Surat Untuk Membela Indonesia di Tahun 2018)

Owi-Butet "Para Juara" | sumber : www.asiangames2018.id

Apa Rasanya Menjadi Juara?
Apa rasanya menjadi juara? Berdiri di podium yang tinggi. Ditonton berjuta pasang mata yang menatap gembira. Diberi puja-puji sana-sini oleh pembawa acara.

Apa rasanya menjadi juara? Menatap sumringah jejeran medali dan piala, yang sudah menunggu pemiliknya sejak lama. Untuk diserah terimakan dan dibawa pulang dengan penuh bangga.

Apa rasanya menjadi juara? Dalam sorak-sorai dan gegap gempita. Merah putih berkibar gagah di angkasa. Diiringi lagu kebangsaan yang berkumandang syahdu di udara.

Apa rasanya menjadi juara? Terkenal dimana-mana. Diundang Bapak Presiden atau televisi swasta dan berbagai acara. Diliput bertubi-tubi oleh media nasional maupun manca negara.

Apa rasanya menjadi juara? Diidolakan banyak remaja. Dijadikan panutan oleh kawula muda. Dielu-elukan generasi tua. Digandrungi semua usia.

Ilustrasi Latihan Atlet Memanah | sumber : @asiangames2018

Pedih Perihnya Perjuangan Sang Juara
Ada yang selalu mengharu biru saat mendengar lagu Indonesia Raya berkumandang di ajang internasional. Lagu kebangsaan, juga lagu kebanggaan. Baik kids jaman now maupun kids jaman old.

Menjadi juara tentu tak mudah. Begitupun membuat lagu kebangsaan itu berkumandang di sebuah event internasional. Pastilah penuh perjuangan dalam mempersiapkannya. Peluh, keringat, air mata, latihan yang tak terkira beratnya, dan semua pengorbanan lain yang tak kasat mata.  

Karena sebagai pemirsa, kita biasanya hanya menonton saja. Hanya melihat keberhasilannya saja. Tanpa pernah tahu sekeras apa mereka berlatih, sebanyak apa waktu yang mereka habiskan menuju pertandingan. Untuk akhirnya berhasil mementaskan kebanggaan bangsa di puncak gelanggang. Kebanggaan yang bukan hanya milik satu-dua orang, atau cabang olah raga tertentu, tapi milik semua, milik bangsa Indonesia.

Ilustrasi Kerja Keras Penjaga Gawang | sumber : @asiangames2018

Menjadi juara tentu bukan hanya tentang sorak-sorai atau hadiah dan bonus yang melimpah. Juga bukan hanya tentang sanjungan setinggi langit, kalungan bunga penuh warna di gate bandara, atau karpet merah yang terhampar mewah di sepanjang prosesi penyambutan saat kepulangan berlaga.

Menjadi juara tentu jauh lebih dari itu. Apa yang kita saksikan dari para juara itu, mungkin tak lebih dari secuil gunung es yang nampak di permukaan. Atau seperti sepotong kue lezat yang sudah siap disajikan, tanpa melihat bagaimana racikan bahannya harus pas dan dimasak dengan waktu yang presisi. Mungkin mirip juga dengan batu mulia, yang berkilau indah saat tertimpa cahaya di etalase mewah, tapi tidak tahu bagaimana batu itu ditempa oleh alam dalam waktu yang begitu lama.

Rasanya menjadi juara itu tak melulu yang manis-manis saja. Karena seringkali yang kita lihat adalah hasilnya, bukan proses panjangnya. Kesuksesannya, bukan perjalanan jatuh bangunnya. Kalungan medalinya, bukan rentetan kegagalannya. Sanjungannya, bukan cemoohan dan hujatan yang diterima saat gagal dalam berjuang.

Maka yang sesungguhnya, sisi lain yang dirasakan para juara adalah rasa sakit yang tiada terkira. Beban berat yang tak terukur. Bagaimana mereka menghabiskan waktu berjam-jam per harinya untuk memenuhi target yang ditetapkan. Bahkan ada yang meninggalkan bangku sekolah demi fokus pada satu tujuan, agar kelak menjadi bagian dari para juara.

Logo Resmi Asian Games 2018 | sumber : @asiangames2018

Asian Games 2018, Energi Asia
Dan kini, Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan akbar olah raga se-Asia pada Asian Games 2018 yang akan berlangsung pada 18 Agustus 2018.  Pesta besar negara-negara Asia yang akan mempertandingkan 40 cabang olah raga. Tentu ini akan menjadi panggung tersendiri bagi bangsa Indoensia. Agar mampu menampilkan suguhan yang menarik dan pelaksanaan acara yang baik.

Perhelatan yang pertama kali dimulai di New Delhi ini akan ada di depan mata kita semua. Jutaan pasang mata akan melihat, menatap, menyaksikan dari dekat dan dengan seksama berlangsungnya berlangsungnya setiap event. Dan bukan hanya mendukung para atletnya untuk meraih medali, lebih jauh dari itu, mata Asia bahkan dunia akan tertuju pada pelaksanaan event internasional secara keseluruhan.

Maskot : Bhin-bhin, Kaka dan Atung | sumber @asiangames2018

Oleh karenanya, sebagai tuan rumah, kita tak boleh berdiam. Energi yang kita keluarkan harus jauh lebih besar dari negara lain yang akan datang ke sini. Luapan semangat yang kita ledakkan harus lebih dahsyat dari negara manapun yang akan berlaga. 

Pemerintah, panitia yang diwakili INASGOC (Indonesia Asian Games Organizing Committee), pihak swasta, para atlet dan seluruh masyarakat harus saling mengisi dan berkontribusi. Latar belakang apapun, tidak boleh mengurangi peran kita untuk memberikan yang terbaik. Seperti semangat Bhinneka Tunggal Ika yang diejawantahkan dalam maskot Asian Games 208: Bhin-bhin, Atung dan Kaka.

Venue Stadion Utama Gelora Bung Karno | sumber : @asiangames2018

Venue Olah Raga Cabang Renang | sumber : @asiangames2018

Pembangunan venue-venue yang berkualitas dan memenuhi standar internasional kini sedang dikerjakan oleh pemerintah dan panitia pelaksana. Akses transportasi seperti LRT/MRT yang terkoneksi dengan bandara juga sedang dalam proses penyelesaian. Di sisi lain, masyarakat juga harus mendukung sepenuhnya program ini dengan cara paling sederhana yang bisa dilakukan. Misalnya, mempromosikan ajang ini melalui media sosial dan mengikuti berbagai kegiatan pendahulunya seperti acara Countdown Asian Games 2018 yang telah dilaksankan pada 18 Agustus 2017 lalu.

Sebagai sebuah bangsa yang satu, kita harus mampu mengoptimalkan energi seluruh komponen bangsa, bahu-membahu dan saling bergandengan tangan. Semangat dan kerja keras dalam pelaksanaan event ini harus mampu berpijar dan menyala menjadi Energi Asia yang bergelora. Hingga saatnya nanti akan mampu membangun daya juang para atlet yang bertanding. Penuh semangat berprestasi, menjunjug tinggi nilai persahabatan dan perdamaian antar negera serta menjaga penuh sikap sprotivitas.

Anak-anak Masa Depan Indonesia | sumber : @asiangames2018

Indonesia Bisa, Indonesia Juara
Dua kota besar di Indonesia, Jakarta dan Palembang, akan menjadi saksi sejarah bagi pelaksanaan event internasional yang juga akan menjadi kebanggaan kita semua. Bukan hanya pencapaian prestasi yang harus menjadi concern, tapi juga pelayanan terbaik kepada seluruh yang hadir. Karena seluruh tamu negara, official team dan juga para supporter akan membanjiri ajang ini.

Hal ini tentu menjadi peluang yang baik bagi Indoensia dan warganya. Bukan hanya di bidang olah raga saja, tetapi juga di aspek lainnya. Misal, aspek pariwisata dan ekonomi kreatif. Pelayanan yang baik, akses informasi yang mudah, ketersedian guide/relawan yang ramah, menguasai bahasa asing dan juga rute-rute perjalanan, akomodasi yang memadai, transportasi yang terjangkau, akan  menjadi kunci lain kesuksesan penyelenggaraan ini. Sukses di lapangan, juga sukses di luar lapangan.
Ilustrasi : Berjabat Tangan, Saling Mengisi Peran | sumber : @asiangames2018

Dan disisi yang paling penting, tentunya adalah kesuksesan para atlet tuan rumah dalam meraih medali. Para atlet harus berjuang sekuat tenaga, memberikan kemampuan terbaiknya dalam setiap pertandingan. Mengerahkan segala upaya agar target minimal 10 besar yang telah ditetapkan bisa tercapai bahkan terlampaui. Kita yakin kita bisa. Kita percaya Indonesia bisa.

Bahkan, jika kita mengenang dan belajar akan sejarah kegemilangan pada saat menjadi tuan rumah Asian Games IV tahun 1962, dimana kita mampu berada pada peringkat kedua dalam peraihan medali. Tentunya, ini bisa menjadi motivasi dan optimisme tersendiri dari seluruh komponen bangsa untuk bisa mengulang kejayaan bangsa di ajang Asian Games 2018 ini. 

Para Atlet Bersama Bapak Jusuf Kalla | sumber : @asiangames2018

Tentunya kita sudah tak sabar menyaksiakan gelora semangat anak-anak bangsa yang kini sedang menahan pedih dan perih berlatih dalam persiapannya menuju ajang Asian Games 2018. Untuk itu marilah bersama terus kita dukung dan langitkan doa. Mari kita tunjukkan keragaman bangsa ini dalam keutuhan yang satu. Saling bekerja sama, satu irama, satu tekad kemenangan.

Dan kelak akan tiba saatnya kita bersama meneriakkan, "Indonesia Bisa, Indonesia Juara!"

--
@DJIKP
@KemenKominfo
#DukungBersama
#EnergiAsia
#BelaIndonesia

Comments

Popular posts from this blog

Idul Fitri di Masa Pandemi: Sebuah Catatan Menyambut Lebaran Tahun 2020

Idul Fitri di Masa Pandemi Idul Fitri di Masa Pandemi: Sebuah Catatan Menyambut Lebaran Tahun 2020 Tentunya akan ada yang berbeda pada Idul Fitri 2020 ini. Tahun ini menjadi tahun yang ditahbiskan penuh dengan perenungan: kehilangan, keikhlasan, kesabaran, dan juga menyisipkan pesan semangat untuk bangkit. Pandemi covid-19 yang mulanya hanya dianggap sebelah mata oleh banyak kalangan, kini menjadi bencana yang telah merengut ratusan ribu jiwa, termasuk di Indonesia. Kasus corona yang pertama kali diumumkan di awal bulan Maret, kini sudah mencapai lebih dari 20.000 pasien positif dan tak kurang dari 1000 nyawa telah direnggut, termasuk diantaranya para petugas medis. Bencana yang tak kalah menyedihkan adalah mulai hilangnya kepercayaan antar elemen bangsa ini. Tagar #IndonesiaTerserah yang trending beberapa waktu terakhir ini menjadi salah satu pertandanya. Betapa tidak, di saat sebagian masyarakat menahan diri berbulan lamanya untuk #StayAtHome, shalat Jumat dan Tarawih di ruma

Puas Liburan di Malang, Oleh-Oleh Khasnya Jangan Lupa Dibawa

Puas Liburan di Malang, Oleh-Oleh Khasnya Jangan Lupa Dibawa Nama Malang kini kian ngehits. Bukan hanya sebagai tujuan liburan, tapi banyak juga yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang ada di salah satu kota di Jawa Timur. Nggak heran jika kini jadwal pesawat ke Malang terus bertambah. Peningkatan jumlah penerbangan juga membuka kesempatan besar perang harga, yang membuat tiket ke Malang menjadi lebih murah. Apapun tujuanmu, kurang pas rasanya jika pulang tanpa membawa oleh-oleh khas kota Malang yang punya banyak macam! Malang Strudel sumber: myjavastrudel Termasuk pioner oleh-oleh artis kekinian, camilan berbahan utama pastry ini dimiliki oleh Teuku Wisnu. Kue berlapis yang berasal dari Austria ini dimodifikasi sedemikia rupa sehingga citarasanya cocok untuk lidah orang Indonesia. Bukan hanya isian apel saja, kini kamu bisa memilih varian lainnya seperti pisang, nanas, cokelat, hingga stroberi. Kemasannya yang praktis dan modern pun nggak akan menyu

Generasi Zaman Now, Ini Pesan Ketua MPR RI di Acara "Ngobrol Bareng MPR RI dengan Netizens Lampung"

Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan | Dokumentasi @henipuspita29 Hai kids zaman now and zaman old! Apa sih yang biasa kamu lakukan di Minggu malam setiap pekannya? Pasti jawabannya beda-beda. Mungkin ada yang nonton tivi sambil istirahat setelah lelah seharian jalan-jalan, mungkin ada yang ngerjain PR yang belum selesai karena keasyikan nyantai saat week end , atau lagi main game Mobile Legend yang lagi ngetren itu? Hee. Nah, berbeda dengan pekan-pekan sebelumnya, Minggu malam kemarin (19/11/2017) adalah hari yang spesial untuk netizen Lampung. Apa pasal? Karena hari itu ada acara "Ngobrol Bareng MPR RI dengan Netizens Lampung" bertempat di Swiss-Belhotel pada pukul 18.00 - 21.00 WIB. Ada pesan penting loh yang disampaikan Bapak Ketua MPR RI kita buat generasi zaman now . Simak yuks ceritanya. Acara ini didahului dengan registrasi peserta, yang digawangi mbak Novi yang unyu. "Ayo taro sini amplopnya, serasa kondangan deh..," ujarnya lucu menyambut kami.